Pemikiran Teologi Hassan Hanafi: Perspektif Teologi Antroposentrik sebagai Langkah Pembumian Teologi Islam - PPFPM

by ppfpm
10 months ago
38 Views
Oleh Hilman Fikri Azman.
Muat turun fail PDF.

Akhir-akhir ini, persoalan kemelut sosial yang melanda tamadun manusia membuatkan kita tertanya-tanya satu persoalan yang cukup krusial, apakah fungsi agama dalam membendung segala permasalahan ini. Padahal agama hadir untuk memberikan keselamatan dan perdamaian, serta menciptakan masyarakat yang bermoral baik dan adil. Apakah agama ini terlalu ideal, sehingga menyulitkan praksis prinsip-prinsipnya? Seorang pemikir muslim yang mengambil berat masalah ini dan serius untuk meluruskan tradisi umat Islam adalah Hassan Hanafi. Oleh itu, pemikiran Hassan Hanafi adalah amat menarik untuk dikaji di abad moden ini tatkala pelbagai penyakit menghinggapi batang tubuh umat Islam. Menurutnya, realiti dunia Islam pada saat ini menggambarkan praktik keberagamaan (keislaman) yang hanya menjadi ritual-ritual kosong yang tidak bernilai. Teologi keberagamaan umat Islam yang berkembang semenjak berabad-abad dari klasik hingga saat ini masih sibuk mengurus dan membicarakan peribadi Tuhan, dan ini merupakan sesuatu yang tidak diperintahkan al Qur’an.

Sebagai seorang pembaharu pemikiran Islam, Hassan Hanafi menerkam apungan-apungan metafizik di langit, mengubah dan menurunkannya ke bumi menjadi teologi yang mendiskusikan persoalan manusia dengan realiti yang konkrit, menjadikan doktrin wahyu sebagai suatu elemen antroposentrik, bukan berada jauh dari realiti dan digunakan oleh ustaz-ustaz atau ahli kalam sahaja. Menurut Hassan Hanafi, kematian manusiawi yang terjadi selama ini, akibat telah keluar dari terma teologinya.

Teori yang digagas beliau bukan lagi teologi beku yang elitis, rumit, melangit dan terlalu teoretikal. Perbahasannya bukan lagi tentang menguruskan hakikat sifat dan perbuatan (af‘al) Allah Taala, kerana urusan-urusan tersebut merupakan urusan Allah Taala sendiri sebagai zat yang lebih mengetahui mengenai diriNya. Teologi ini adalah teologi yang membumi, praktikal, dinamik dan transformatif, sejenis etika Tauhidik yang bermatlamat untuk melahirkan kaum Muslimin yang profesional, generasi insaniah yang menumpaskan kezaliman, mengejar ketertinggalan, membasmi kemiskinan dan kemunduran.

Penulis telah mencuba sedaya upaya untuk melakukan perjalanan sejarah sosial kehidupan Hassan Hanafi. Hal ini adalah amat penting memandangkan sesiapa yang mengemukakan gagasan pemikiran mengenai sesuatu, pasti akan serba sebanyak dipengaruhi oleh sejarah saat pemikirannya terbentuk. Penelusuran sejarah kehidupan dan pemikiran ini menjadi pisau analisa untuk menemukan karakter pandangan Hassan Hanafi terhadap teologi.

Baca selanjutnya:

[googleapps domain=”drive” dir=”file/d/1k8hc2UtqnAj_cOYGqHflvaKODThbOppb/preview” query=”” width=”800″ height=”1100″ /]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *